Foto: Zidan Abdillah
Permasalahan sampah plastik menjadi tantangan lingkungan di masyarakat, khususnya sampah sachet pada limbah rumah tangga. Maka dari itu komunitas Eco aksi yang bergerak dalam bidang kepedulian lingkungan di bawah naungan organisasi ECOTON, bersama refilin hadir dalam menggerakkan masyarakat Simokerto untuk pengurangan sampah sachet. Melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya di edukasi dalam pembuangan sampah pada tempatnya, namun juga diberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang sampah jika tidak dikelola dengan dengan baik. Dimana sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik, dapat merusak ekosistem dan mengganggung kehidupan didalamnya. Melihat bahwa kelurahan Simokerto dekat dengan aliran sungai.
Foto: Zidan Abdillah
Data dari petugas trashboom kalitebu mewujudkan angka yang signifikan dari bulan april-juli menghasilkan sampah sebesar 1 ton yang didominasi oleh popok dan sachet sekali pakai. Jika melihat komposisi ini sudah sepastinya pola konsumsi masyarakatlah yang menjadi faktor utama, maka dari itu diperlukan edukasi yang langsung menyentuh masyarakat. Hal ini berdampak pada pengurangan sampah di kawasan kalitebu sejak juli-agustus sebesar 900 kg.
Tepat pada tanggal 01, september 2026 menjadi aksi nyata eco aksi bersama refilin dalam pengurangan sampah sachet, sekaligus terlibat dalam kegiatan refilin sebagai bentuk upaya dalam pencegahan timbulan sampah melalui praktik guna ulang pada skala kawasan ”kegiatan refilin sangat bagus apalagi melihat kondisi kali tebu saat ini” kata ibu iin selaku warga Simokerto.
Foto: Zidan Abdillah
Masyarakat sepanjang kalitebu menunjukkan respon positif, seperti yang disampaikan yuli arwoko selaku ketua RW 13 kelurahan Simokerto ”kami ingin membuka toko refilin dilingkungan sekitar dengan harapan dapat membantu pengurangan sampah plastik, dengan harapan sampah yang dibuang di TPA tidak semakin menumpuk”. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat dapat memahami bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas kebersihan, namun juga menjadi tanggung jawab individu.
Tidak berhenti pada edukasi, aksi ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat terutama anak-anak muda untuk bergabung menjadi sales refilin yang biasa dikenal dengan aksi NYADUK, nyales dan edukasi. Kami eco aksi bersama-sama mengajak seluruh pemuda di kawasan surabaya utara sebagai pelopor utama gerakan guna ulang skala kawasan untuk mewujudkan kalitebu bebas dari sampah sachet.
Eco aksi perangi sampah sachet bersama refilin, menjadi langkah kecil unutk melakukan perubahan besar bersama masyarakat hingga anak muda dalam pengurangan sampah plastik demi menciptakan lingkungan surabaya yang bersih dan keberlanjutan.
Penulis: Zhafira Naurasari, fakultas ilmu sosial dan politik, prodi ilmu komunikasi.
Komentar
Posting Komentar